Krisis Sosial Tanah Air

03.25 0 Comments A+ a-

Krisis sosial tanah air makin parah setelah terputusnya komunikasi sosial dan maraknya sosial media yang dipakai sebagai sarana menabur kebencian pada sesama dengan muncul para haters yang sering menjadi pemicu minimnya rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang sangat rentan secara emosional.
Blogyasin.com : Duduk diantara dua masalah utama dan menyelesaikan satu masalah sudah cukup...! Realita sosial dengan kadar problem yang makin mengkristal pada 1 persoalan utama yaitu KOMUNIKASI PUBLIK yang tidak lancar dan sangat terbatas sehingga membuat masyarakat prustasi, kemudian  menggunakan cara mereka untuk menyelesaikan masalah di lapangan. 
Ini sebuah krisis kemanusiaan yang kita ciptakan ataukah sebuah pembiaran ? 
kita hanya meraba-meraba ada apakah gerangan di Republik tercinta kita ini???

( Korban memburuknya empati dan rasa kemanusian)

FAKTA-FAKTA MEMBURUKNYA BUDAYA KITA

Ini sebuah fakta kegagalan pemerintah menyampaikan pesan-pesan moral pada publik betapa pentingnya menegakkan disiplin dan berpegang pada hukum positif di negara ini. Saat ini sebuah fenomena kekejaman sosial/publik pada lingkungannya sangat kentara, masyarakat begitu beringasnya membakar manusia hidup-hidup, manusia membunuh manusia di depan publik seakan akan menjadi kebiasaan yang di pertontonkan sehingga tidak lagi mencerminkan jiwa ke PANCASILAAN kita  yang berketuhanan sehingga manusia membunuh manusia dianggap wajar.


Hari ini saya menyaksikan sebuah tragedi kemanusiaan di negeri ini yang begitu memilukan, seorang ayah dibunuh dan meninggalkan 3 orang putra menjadi yatim karena kebiadaban sebuah peradaban yang makin bringas, seorang remaja dibakar hidup-hidup karena dianggap biadab, pertanyaannya, lebih biadab siapakah sekarang ? mereka yang hanya punya 1 nyawa dan tak bisa kembali lagi ataukah tindakan massa yang tak terkendali  karena prustasi dengan siatuasi ke amanan negeri ini ?


Kemana aparat yang dibayar mahal dari gaji rakyat, kemana jaminan keamanan bagi orang tua yang tengah mencari nafkah ? apakah mereka layak mati sia-sia ditengah masyarakat yang makin bringas ? anda tentu tidak mau memiliki masyarakat yang tak lagi beradab, membunuh saudaranya sendiri tanpa pri kemanusiaan di tengah masyarakat yang menyatakan dirinya masyarakat yang beradap dan memiliki dasar-dasar hukum yang jelas. Kemana penegak hukum kita, kemana para penegak HAM yang berteriak teriak ketika mereka membutuhkan untuk di dengar ?


Saudara-saudaraku sebangsa setanah air...!

Ayooo kembali kenali jati diri kita masing-masing, jangan perparah kondisi terpuruk martabat kebangsaan kita dengan membunuh saudara kita sendiri, menipu saudara kita sendiri, memperdaya saudara kita sendiri hanya sebuah tujuan pendek semata. Bangsa ini memiliki martabat, bangsa ini beradab, hentikan tindakan main hakim sendiri, hentikan pembunuhan yang hanya meninggalkan kepiluan bagi keluarga yang ditinggalkan. Jangan mengganggap diri kita sebagai hukum rimba di negeri bermoral, tapi jadikan Flatform Negara NKRI ini sebagai pengayom, pelindung dan pemberi ketentraman bagi jutaan jiwa yang mendiaminya.


Jangan jadikan alasan politik dan paham tertentu membuat anda tega menghilangkan nyawa berharga orang lain, jangan jadikan halal darah saudara kita karena kepentingan sesaat. Harga nyawa orang, harga kasih sayang seorang pria kepada keluarganya, hargai cinta kasih seorang ibu pada anaknya, siapapun mereka, mereka memiliki hak hidup dan menghidupi keluarga mereka.


Suadara-sudaraku sebangsa setanah air...

Kita adalah sudara, kita satu nusa satu bangsa, kita makan dengan tanah yang tunbuh dari benih yang sama, minum dari sumber mata air yang sama, mata air kebangsaan Indonesia...bila kita kehilangan jatidiri dan saling membunuh karena persoalan sepele seperti jampret, pembegalan dan kejahatan yang diakibatkan buruknya struktur ekonomi dan sosial budaya kita, siapakah yang salah ? mari kita berfikir logis dan menggunakan hukum positif, salah diadili dan dihukum sesuai undang-undang dan kita bukan hakim jalanan yang main tebas dan main bunuh di jalanan.


Saudaraku....

Kita bangsa yang beradab dan penuh ahlak mulia, ini semua akan kita ajarkan pada penerus bangsa ini, bila saat ini kita dengan membunuh dan mencabut nyawa saudara kita sendiri, bagaimana kelak anak-anak kita menegakkan hukum di negeri ini, sungguh saya tak bisa membayangkan...mereka akan menghitung dan menjadikan sejarah pada tiap-tiap kejadian di bangsa ini.


Saudaraku...

kembalikan bangsa ini pada kodratnya sebagai negara hukum dan segalanya diatur dengan undang-undang, jangan biarkan keberingasan massa membuat kita lupa aturan mainnya...semoga penegak hukum kita sadar, betapa berharganya NYAWA seseorang di negeri ini. kita Satu Tekad, Menciptakan Krisis Membereskan Krisis Sosial Tanah Air.