Tiga Catatan Kecil Akhir Bulan Juli

23.49 0 Comments A+ a-


Tiga Catatan Kecil Akhir Bulan Juli


Tiga Catatan Kecil Akhir Bulan Juli




Bulan Juli tahun 2014 memiliki catatan menarik tersendiri bagi saya karena ada 3 momen penting  di bulan  ini yang meninggalkan kesan dan memiliki tekanan emosional bagi setiap individu khususnya ummat muslim. Di bulan Juli bertepatan dengan Bulan suci Ramadhan dimana didalamnya setiap muslim di wajibkan untuk berpuasa selama 1 bulan penuh dan dalam bulan ramadhan 1435 H ini, bangsa Indonesia dihadapkan dengan pesta demokrasi terbesar penentuan pemimpin bangsa 5 tahun kedepan - PILPRES 2014-2019 - Tgl 22 Juli 2014 M/Tgl 24 Ramadhan 1435 Hijriah.
Mengapa saya memberikan catatan kecil Tiga Catatan Kecil Akhir Bulan Juli  dan Akhir Ramadhan 1435 H.

Pertama, Bulan Ramadhan bagi muslim adalah bulan suci dan saat paling sakral untuk melakukan ibadah dan mengunci mati peluang berbuat maksiat dan mengekang diri dari sifat-sifat nafsu syaitan serta semua perbuatan yang tercela yang dapat membatalkan pahala ibadah puasanya, sementara kecenderungan masyarakat Indonesia disaat menjalankan kegiatan penyampaian hak demokrasinya sering kali dilakukan dengan cara-cara yang kecenderungannya belum dewasa seperti saling menghujat, kampanye hitam dan berkonvoi di jalan. ( fakta di social network FB dan twitter banyak yang saling menghujat dan menyudutkan satu sama lainnya). Padahal bagi muslim yang benar-benar memahami syariat islam tidak akan melakukan tindakan tindakan tersebut karena akan membatalkan pahala puasanya.

Kenapa perbuatan saling hujat menghujat dan menyudutkan satu sama lainnya bisa terjadi? mungkin sebaris kata-kata bijak mengambarkan situasi saat saat Pra Pemilu dan Pasca Pemilu 2014 ;

 "  Kapanpun mengatakan cerita versi kita atas sebuah kejadian,kita secara langsung menjadi pribadi yang membumbui "

Sering kali kita ketika mulai mengingat kembali sebuah kejadian atau kecelakaan, kita memiliki kecenderungan untuk dengan segera mengatakannya dengan beberapa tingkatan prasangka dan tekanan. Kita mungkin bahkan tidak menyadari kalau kita melakukannya, tapi kita tetap saja melakukannya. Supaya adil sangat tidak mungkin kita menginginkan menghadirkan diri kita sendiri dibawah sorotan/pendapat yang tidak baik.Sebagai akibatnya, ketika kita mengatakan cerita versi kita akan sebuah kejadian beberapa informasi mungkin benar benar terlupakan dan keadaan atau latar belakang kejadian sepenuhnya terabaikan.
Jadi, sangat membantu untuk difahami bahwa kita semua bisa dengan mudah untuk menempatkan sudut pandang kita sendiri akan sebuah cerita dan memiliki kecenderungan untuk mengubah secara halus serta memutar balikkan fakta demi keuntungan kita. Kadang- kadang tanpa disadari kita juga sedang melakukannya.
Itulah penyebab mengapa suasana pemilu 2014 sangat memanas ditingkat rakyat kecil dan dipenuhi kampanye hitam.  fakta  menarik yang menjadi catatan pertama saya di bulan Ramadhan dan bersamaan dengan PILPRES 2014 yang sangat dipenuhi dengan Kampanye hitam, hujat menghujat dan dipenuhi rasa kebencian pendukung satu kandidat dengan kandidat yang lain dan  paling  mencolok dan sangat masiv di laukan di media soasil Facebook dan Twitter maupun lewat broadcast (BC) liar via BBM dan SMS.

Kedua, Kecenderungan perbuatan merusak pahala puasa di fahami oleh sebagian besar ummat muslim adalah hanya panda tindakan-tindakan kebutuhan fisik semata. Jadi apabila terjadi perbendaan pemikiran dan kecenderungan pemberontakan yang dilandasi pemikiran yang lahir dari emosional sesaat yang dilandasi FANATISME pada kelompok atau golongan tertentu tidak difahami bahwa itu bisa merusak pahala ibadah puasa kita. Syariat islam mengajarkan bahwa yang hanya yang patut di bela dan di sanjung hanyalah Allah SWT yang AHAD, tidak ada fanatisme dan faham yang dibenarkan kecuali apa-apa yang di firmankan oleh Allah SWT dan melalui  hadist Rosulullah S.A.W.
Pemilu dan Pilpres 2014 sangat kentara dengan beredarnya informasi-informasi yang sangat menyesatkan dan dapat merusak cara berfikir sehat para muslim,sehingga  sangat memungkinkan pahala-pahala puasa kita menjadi gugur dan batal karena dilandasi nafsu saling mengungulkan sebuah faham-faham buatan manusia yang selamanya tidak akan pernah benar bila tidak bersumber pada nash-nash didalam firman-firman Alllah SWT.

Ketiga, di bulan Juli 2014 M. atau Ramadhan 1435 H, tengah terjadi tragedi kemanusia di Palestina yang saya menyebutnya ' AGRESI MILITER Israel pada negara resmi PALESTINA ' sebuah tragedi kemanusia, pembunuhan pada anak-anak dan perempuan,pembunuhan terhadap rakyat sipil yang dibiarkan oleh bangsa-bangsa lain.
Siapapun anda dan dari agama dan faham apapun anda, pembunuhan terhadap rakyat kecil dan pembunuhan manusia atas manusia yang lain pastilah tidak dibenarkan. Agama Islam tegas mengajarkan dalam syariat islam ' membunuh perbuatan keci dan balasannya adalah dibunuh (qishos) ' begitulah islam mengajarkan pada ummatnya dengan memberikan gambaran hukuman bagi pembunuh, bahwa membunuh adalah perbuatan yang tidak dibolehkan dan balasannya sangat fatal, walaupun pada situasi tertentu tindakan membunuh dilakukan dengan syarat-syarat tertentu dan sangat berhati hati contohnya membunuh pembunuh. Maka agresi militer israel pada palestina atas nama kemanusiaan sangat tidak dibenarkan apalagi disaat muslim palestina menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Secara hukum universalitas agresi militer dan pembunuhan pada rakyat sipil sangatlah tidak dibenarkan.
Israel telah melakukan penghinaan pada manusia dan pada agama manusia yang lain yang tengah beribadah pada tuhannya, berarti israel telah membunuh orang-orang baik disaat mereka berbuat kebaikan pada tuhannya, maka secara tidak langsung israel telah menjadi musuh tuhan pencipta alam semesta Allah SWT maka berarti bisa menjadi musuh semua manusia yang bertuhan pada Allah SWT.
Demikian TIGA  Catatan Kecil Bulan Juli  dan Akhir Ramadhan 2014, semoga bermanfaat dan kita selamat dari kerusakan dunia dan selamat ketika kelak di akherat yang kekal dan tak berujung.
Minal Aidin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin,  Amin.