Pembenaran Hal Yang Belum Tentu Benar

16.33 0 Comments A+ a-

Benar



Benar tidak nih..." Orang Indonesia itu cenderung membenarkan kebiasaan bukan membiasakan kebenaran " ungkapan ini saya dengar dari seorang tamu pada sebuat acara talk show di sebuat televisi swasta tanah air.
Saya terngiang ngiang terus dengan ungkapan itu sampai diatas ranjang ketika hendak tidur. Saya berfikir benar juga ungkapan pembicara tadi di tv soal prilaku masyarakat kita.Kemudian saya mencoba mereka reka apa saja yang di maksud dengan "membenarkan kebiasaan bukan membiasakan kebenaran" menurut saya maknanya,bahwa kita cenderung mengikuti kebiasaan yang sudah ada di masyarakat sejak nenek moyang dan itu belum tentu kebenarannya atau lebih sempitnya pembenaran dari tindakan kita yang sudah jadi kebiasaan akan tetapi tindakan itu belum tentu benar karena sudah biasa dilakukan akhirnya menjadikannya tindakan itu seolah olah benar padahal salah (bingung ya...hehe) kalo penjelasan saya kurang siip tolong di tambah.


 

Kenyataan ini saya fikir memang benar adanya, contoh kongritnya bisa kita lihat pada kehidupan kita sehari hari, pada budaya selamatan, kulturisasi tokoh dll. contoh yang paling mudah pula kebiasaan memberi tips pada pejabat alias sango sango yang seharusnya budaya itu tidak benar adanya atau kebiasaan minta dilayani dari pada melayani para pejabat pemerintahan kita yang semestinya mereka yang seharusnya melayani ,mereka dibayar oleh Negara dan negara dapat uang dari pajak yang dibayar masyarakat yang bertujuan memperlancar pelayanan pada rakyat. Masih banyak kebiasaan yang sampai sekarang dijadikan kebenaran.

 

Lantas apa manfaatnya adanya perangkat perangkat penegak kebenaran berdasarkan hukum positif Negara ini bila pembiasaan masih jadi patokan?? nah disinilah fungsi kontrol yang sepertinya belum berjalan maksimal.bahkan mereka cederung membenarkan tindakan tindakan yang telah biasa dikerjakan pendahulu pendahulu mereka.

 

Kalo begitu seharusnya memulainya sekarang untuk menegakkan dan membiasakan kebenaran agar ketentraman dan kedamain bisa segera kita raih,bagaimanapun tindakan tindakan salah hanya menimbulkan ketidak nyamanan dan tanpa terasa hanya akan menimbulkan kerugian disepanjang sejarah budaya bangsa ini. Semoga kita segera bisa membiasakan diri dengan kebenaran dan bertindak berdasarkan hukum positif yang dibangun bersama untuk kemakmuran bersama.