Fenomena Perokok Dan Kebiasaan Nongkrong

16.43 0 Comments A+ a-




Saya meyakini pasti akan ada banyak alasan  bila kita mencoba survei satu persatu penduduk Indonesia soal budaya merokok masyarakat Indonesia.Perokok kita saat ini berjumlah 61,4 jt data Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes(5/13). Akan tetapi disini saya hanya mencoba menyampaikan versi saya kenapa jumlah perokok negeri ini tidak menunjukkan penurunan yang berarti bahkan justru meningkat.Saat ini Indonesia menduduki peringkat 3 setelah China dan India.



 




Meningkatnya jumlah perokok ditandai dengan naiknya kalangan muda yang merokok,menurut kemenkes dari survei kesehatan nasional (Susenas)  dari tahun 1995 sd 2010 terjadi peningkatan perokok kalangan remaja usia 15-19 mengalami peningkatan dari 3%  menjadi 43,3 %.kemudian prilaku merokok usia 10-14 mengalami peningkatan sebesar 17,5% berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesda) tahun 2010.(Bro,31/5/13).



 



Melihat perubahan prilaku merokok yang justru meningkat ditengah gerakan anti merokok yang begitu gencar memancing saya untuk memberikan pendapat berdasarkan fikiran saya.Saya melihat secara budaya dan lingkungan hidup kita sangat memungkinkan meningkatnya jumlah perokok dikalangan anak muda. disamping populasi penduduk juga sangat berpengaruh pada jumlah perokok,nah trand merokok ini akan meningkat ini tidak lepas pula dari kebiasaan masyakat kita  banyak nongkrong untuk menghabiskan waktu (killing time).



 



Kebiasaan killing time ini bisa kita saksikan secara kasat mata dengan begitu menjamurnya warung remang remang,warkop dan tempat kongkow kongkow lainnya.Kebiasaan ini saya perhatikan terus berkembang sejak dari remaja dan anak remaja kita sudah membiasakan diri nongkrong dan terbawa pula saat kuliyah dan bekerja.



 



Saya sendiri pernah mengalami masa masa nongkrong dulu saat dikampus.Kebiasaan nongkrong ini membawa saya pada kebiasaan merokok yang tak terkontrol.Setiap kali nongkrong akan menghabiskan berbatang batang rokok serta Nongkrong berjam jam. Budaya nongkrong memang terasa enak akan tetapi tanpa terasa akhirnya membawa kita pada kemalasan dan tidak biasa bertindak cepat serta mengambil tindakan yang efisien dan efektif.




Apa yang saya sampaikan bukan berarti bisa benar tentu masih perlu sebuah survei yang lebih valid dan profesional.Tetapi apapun penyebabnya kita mesti hati hati terhadap bahaya merokok ini.merokok dapat menyebabkan banyak penyakit karena rokok itu mengandung lebih dari 4000 zat yang berbahaya bagi kesehatan. Dimana 43 zat diantaranya bersifat karsinogenik. Rokok merupakan factor risiko bagi munculnya penyakit menular dan mematikan. Seperti, penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker.


 

Berikut saya copaskan data perokok dunia :

China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk

India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk

Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)

Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk

Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk

Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk

Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk

Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk

Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%

Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%

 

STATISTIK PEROKOK di INDONESIA***

 

(Catatan:** Data diolah Penulis dari hasil laporan WHO 2008 dengan statistik jumlah perokok 1.35 miliar orang)by blogger: DEDI DWITAGAMA.

 

Silahkan sahabat dan saudara saudaraku pelajari dan ini akan menjadi pembelajaran kita untuk generasi kedepan kalau merokok itu ternyata sudah menjadi masalah besar di bangsa kita ini.semoga tulisan pagi saya ini bermanfaat.amin.