Redenominasi Rupiah Baru

21.53 1 Comments A+ a-

Disamping uang rupiah yg beredar saat ini, Pemerintah merencanakan menerbitkan rupiah baru agar kita punya pilihan : "mengantongi uang bergepok-gepok" atau "hanya mengantongi uang sedikit tapi kekuatan nilai belinya sama".

Redenominasi rupiah  berbeda dengan sanering, Redenominasi rupiah adalah penyederhanaan nilai mata uang rupiah tanpa mengurangi nilainya, sedangkan sanering adlh pemotongan nilai uang. Redenominasi rupiah direncanakan pemerintah dengan memangkas 3 angka nol disetiap uang rupiah yang beredar. Misal harga Bensin Premium sebelum kita bayar seharga Rp4.500, dgn rupiah baru kita cukup membayar Rp4,5. Sosialisasi direncanakan mulai bulan Desember 2012. Masyarakat sdh bisa menikmati Rupiah Baru mulai tahun 2013. Tahun 2013  hingga 2015 disebut masa transisi, dimana harga harga brg di toko2 mencantumkan dua harga misalkan harga barang Rp10.000, harus ditulis harga Rp10.000/Rp10.

Dimasa transisi ini BI tetap menerbitkan 2 jenis uang yaitu "Rupiah" lama dan "Rupiah Baru".
Seiring dgn minat masyarakt terhadap rupiah lama sdh mulai berkurang krn repot mengantongi uang banyak, maka secara perlahan rupiah lama akan dikurangi penerbitannya (Periode tahun 2016 – 2018). Diperkirakan tahun 2019 sdh tdk ada yang berminat dengan rupiah lama.

Berita terkait kutipan dari VIVAnews


VIVAnews - Penyederhanaan penyebutan nilai mata uang rupiah atau redenominasi akan mulai disosialisasikan ke publik pada Desember mendatang. Konsultasi akan dilakukan di seluruh pelosok daerah Indonesia.

Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, mengungkapkan, setelah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Badan Legislasi, dan Komisi XI, diputuskan bahwa pembahasan mengenai hal tersebut akan dilakukan usai konsultasi publik, yaitu sekitar Juni 2013.

"Kami harapkan kalau konsultasi publiknya positif, pada Juni 2013, begitu masa sidang bisa disetujui," ujar Agus di Jakarta, Jumat 30 November 2012.

Agus mengungkapkan, konsultasi publik tersebut sesuai dengan instruksi Presiden pada sidang kabinet beberapa waktu lalu. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya yang di daerah pelosok terkait kebijakan itu.

Kajian secara akademis pun, menurut dia, saat ini telah selesai. "Prosesnya di pemerintah sudah dibahas antardesk, harmonisasi sudah jadi. Sekarang sudah di Badan Pembinaan Hukum Nasional," tambahnya.

Pemahaman masyarakat, dia melanjutkan, sangat penting dalam mendukung keberhasilan transisi yang akan dijalani. Masyarakat diminta memahami bahwa kebijakan ini bukan hanya penyesuaian digit mata uang, tapi harga jual dan nilai tukar juga akan ikut disesuaikan.

Agus mencontohkan, jika saat ini dengan Rp50 ribu dapat membeli satu cangkir kopi di kafe, setelah disesuaikan menjadi Rp50, harga jual kopi tersebut juga akan mengikuti. "Ini tidak mempengaruhi daya beli," tegasnya.

Dia juga mengatakan, pemerintah ingin memastikan proses penyesuaian ini berjalan baik. Karena, berdasarkan pengalaman, penerapan kebijakan serupa pada masa lalu tidak sesuai dengan yang diharapkan.
( VIVA.co.id)

1 komentar:

Write komentar
SRI WAHYUNI
AUTHOR
11 Desember 2012 22.25 delete

Terus klo beli permen harga 100, jd 0,1 rupiah pak ?
Apa nanti malah g lbh byk ngantongin uang logamnya pak ? "̮ћϱћϱ (♥̃͡♥̃͡) ћϱћϱ"̮.

Reply
avatar